Showing posts with label Perkandangan Burung Puyuh. Show all posts
Showing posts with label Perkandangan Burung Puyuh. Show all posts

Tuesday, March 15, 2011

Konstuksi sangkar untuk puyuh petelur

Konstruksi sangkar bertingkat sebenarnya sangat sederhana dan tidak ada ukuran baku. Panjang dan lebar kandang dipertimbangkan agar sesuai dengan ruangan kandang yang akan ditempati. Meskipun demikian sangkar jangan terlalu lebar agar memudahkan pengambilan telur yang nyangkut, pemindahan puyuh yang sakit dan penangkapan saat puyuh afkir. Yang jelas, tangan bisa menjangkau lebar itu.

Setiap puyuh dewas membutuhkan ruangan seluas 200-225 cm2. Sehingga jika sangkar berukuran 1 m2 (100X100=1m2) bisa memuat 40 ekor puyuh. Sehingga berapun ukuran kandang yang anda buat, anda tinggal mencari luas sangkar itu dan dibagi dengan 225. Hasilnya adalah jumlah puyuh yang tepat untuk sangkar itu.

Selain itu, ukuran kandang sebaiknya disesuaikan dengan ukuran bahan yang tersedia dipasaran agar tidak banyak bahan terbuang. Ukuran yang selama ini populer adalah 150X60 cm dan 180X60 cm. Lebar sangkar dipilih 60 cm karena menyesuaikan dengan tripleks yang akan digunakan untuk menampung kotoran. Tinggi satu ruangan sangkar kurang lebih 30 cm dan tidak boleh lebih dari 35 cm. Sebab, jika lebih tinggi akan merangsang puyuh untuk meloncat-loncat. Saat meloncat itu kepalanya bisa luka karena terantuk langit-langit sangkar.

Untuk memudahkan pengambilan telur, lantai kandang dibuat miring sehingga telur otomatis menggelinding ke tepi lantai. jarak antara langit-langit sangkar dengan lantai sangkar ditingkat atasnya setinggi 15 cm.

Tinggi kolong sangkar terbawah dengan lantai antara 30-40 cm. Jika lebih tinggi, maka akan menyulitkan penanganan puyuh dilantai paling atas. Jika terlalu rendah, sirkulasi udara menjadi kurang lancar.

Wednesday, July 7, 2010

Sangkar untuk puyuh petelur

Di Amerika yang sudah menerapkan animal welfare (kesejahteraan hewan), kandang puyuh sebenarnya disarankan berbentuk kandang sangkar terbuka yang memiliki pelataran dengan litter sehingga menyulitkan dalam pengumpulan telurnya. akhirnya, peternak disana memilih kandang sangkar untuk ternak puyuh mereka.

Slah satu keuntungan kandang sangkar bagi puyuh petelur dewasa adlah penghematan tempat. Sangkar itu dilengkapi dengan tempat pakan, minum, penampung kotoran dan lampu. Agar lebih efisien, sangkar bisa dibuat maksimal bertingkat 4. Untuk yangberkonstruksi batere bersusun miring, usahakan maksimum bersusun 3 tingkat.

Bahan yang digunakan untuk sangkar bisa diperoleh dari bahan yang mudah diperoleh disekitar peternak. Bisa berupa bambu umumnya lebihmudah diperoleh dan lebih murah. Hanya saja tingkat keawetanya lebih rendah daripada kayu.

Agar kelak tak menyulitkan dalam membersihkan kotoran yang menempel, sebaiknya bahan-bahan itu dikombinasi dengan kawat kasa/strimin/ram (anyaman kawat yang sudut-sudutnya dipatri kuat/welded wire mesh). Selain itu ram juga dipilih agar kaki puyuh tidak mudah terperosok kedalam celah-celah lantai. Di bawah lantai, diletakan lembaran tripleks/plywood tipis untuk menampung kotoran agar tak jatuh ke sangkar yang dibawahnya.

Monday, July 5, 2010

Model atap dan kandang puyuh petelur

Atap sebaiknya dipilih dari bahan yang cocok untuk daerah tersebut. Didaerah dingin, rumah beratap seng dapat digunakan sebab mampu mengahangatkan ruangan karena sifatnya meneruskan panas. Namun didaerah pantai atau dataran rendah, jangankan puyuh, manusia saja akan kepanasan hidup di bawah seng.

Untuk itu, didaerah panas sebaiknya atap dipilih dari bahan yang mampu menyerap panas seperti genting tanah, daun kelapa, daun tebu, ataupun daun rumbiya. Menurut pengalaman, atap dari dedaunan sebenarnya paling baik untuk kebanyakan wilayah indonesia. Hanya saja, kehebatanya hanya berumur pendek karena cepat rapuh sehingga harus sering mengganti.

Pada atap genting, harus dijaga agar pada saat musim hujan genting tetap rapat. sebab jika tidak rapat akan banyak air tampias karena hal itu akan meningkatkan kelmbapan ruangan. Kelembapan yang tinggi akan memudahkan tumbuhnya virus, bakteri dan jamur yang menimbulkan berbagai penyakit pada puyuh. Untuk itu lantai ruangan kandang diusahakan dibuat dari bahan kering atau diperkeras saja dengan semen agar tak menyimpan air.

Yang tak kalah penting, untuk mencegah penularan penyakit, pemeliharaan puyuh tidak boleh menyatu dengan unggas lain. Unggas yang berkeliaran tidak boleh mendekatai kandang puyuh. Sebisa mungkin kandang terisolasi dari unggas lain. Kandang puyuh pun harus bebas dari hewan pemangsa seperti tikus dan kucing.

Jika anda berencana membangun kandang khusus, maka usahakan kandang membujur dari timur ke barat. Sinar matahari pagi harus bisa masuk karena sinar matahari pagi berperan dalam pembentukan vitamin D pada tubuh. Caranya, dengan membuat dinding bagian timur kandang berpintu lebar seperti garasi. Bisa saja dinding itu dibuat dari bilah kayu atau bambu, yang jika malam hari/hari hujan bisa dilapisi terpal untuk menahan hawa dingin.

Ruangan kandang harus berdinding kuat yang mampu menahan cuaca yang kurang baik bagi puyuh seperti panasnya siang hari, dinginya malam hari, musim hujan, musim dingin ataupun terpaan angin yang berlebihan dari luar kandang. Jika tempat pemeliharaan memakai bekas ruangan kandang ayam yang berdinding terbuka atau berdinding pagar bambu/kawat, maka harus dilapisi dengan terpal plastik setidaknya 3/4 tinggi kandang. Jika daerah itu berangin kencang atau daerah pegunungan yang dingin maka harus lebih tinggi lagi penutupnya dan hanya sedikit untuk ventilasi.

Sunday, July 4, 2010

Kandang puyuh petelur

Puyuh adalah komoditas yang istimewa, karena pemeliharaanya tidak terlalu memakan tempat sebagaimana ternak unggas lainya. Puyuh pun termasuk hewan yang adaptif alias gampang menyesuaikan diri dengan lingkunganya. Puyuh dapat hidup didaerah dingin ataupun panas, dataran tinggiataupun sekitar pantai. Oleh karena itu, peternakan puyuh di indonesia bisa ditemukan di berbagai tempat,dari pelosok pegunungan bahkan hingga diperkampungan pinggir kota.

Kuncinya, bagaimana peternaka mengelola tempat yang ia miliki sehingga bisa nyaman bagi puyuh. Masing-masing tempat memiliki karakteristik dan cara penanganan tersendiri. Untuk itu, peternak harus tahu, bagaimana kondisi yang dibutuhkan oleh puyuh.

Sebenarnya, puyuh mudah hidup tanpa banyak diproteksi. sebab, puyuh adlah hewan liar yang yang belumbanyak diubah karakteristik aslinya, tidak seperti ayam ras yang dikawinsilangkan hingga berubah dari sifat aslinya. Sedangkan puyuh, memang sejak dari sono nya sudah memiliki sifat produksi telur yang tinggi. Manusia tinggal menyesuaikan calon tempat pemeliharaan puyuh agar semirip dengan kenyamanan habitat aslinya. Dalam ilmu peternakan, kondisi itu dinamakan zona aman atau comfort zone.

I alam bebas puyuh mencari makan disemak-semak. selain itu ia suka mencari makan disela rerumputan atau tanaman dilahan pertanian. Tempat ini dipilih puyuh karena suasananya tenang, terlindung dari sinar matahari langsung dan angin yang kencang, maka diusahakan agar ruma/kandang tempat meletakkan sangkar cukup tertutup sehingga mampu menahan angin langsung, namun sirkulasi udara tetap lancar dengan cara diberi ventilasi secukupnya.

Sirkulasi udara yang lancar akan membuat puyuh nyaman karena suhu dan kelembapan ruangan terjaga. Puyuh merasa nyaman pada kelembapan udara 30-80%. Sirkulasi yang tidak lancar akan membuat uap kotoran yang banyak mengandung gas amonia menganggu pernapasan puyuh. Gangguan ini dpat membuat puyuh menderita sakit pada organ pernapasanya sehingga produksinya turun bahkan mati.

Saturday, July 3, 2010

Tata letak kandang puyuh petelur

Untuk usaha rumah tangga, puyuh bisa dipelihara dirumah dengan memakai ruangan yang tidak terpakai. Jika memiliki cukup uang, bisa saja membangun kandang khusus dibelakang rumah. Ruangan berukuran 6 x 4 m2 cukup untuk memelihara 200-2500 ekor puyuh.

Namun, secara umum jika akan diusahakan secara lebih serius dengan populasi hingga puluhan bahkan ratusan ribu, ada persyaratan lokasi yang harus dipenuhi.
  1. Lokasi harus jauh dari lokasi pemukiman pendududk, maksutnya agar puyuh lebih suka ketenangan tidak terganggu. Selain itu juga untuk menghindari keresahan sosial akibat keberadaan peternakan ini.
  2. Lokasi mudah diakses/diajngkau oleh alat transportasi, terutama jalur sarana produksi peternakan/sapronak (pakan, bibit, peralatan dan lain-lain) dan jalur-jalur pemasaran. bayangkan jika lokasi kandang sulit dijangkau oleh pedagang, tentu peternak lebih repot menjual telurnya.
  3. Sedapat mungkin lokasi bebas dari wabah penyakit. Lokasi yang sering terpapar wabah penyakit unggas akan membuat biaya kesehatan lebih tinggi sehingga mengurangi keuntungan. Apalagi jika sampai kebobolan penyakit. Kalupun tidak mati, setidaknya produksi akan turun sehingga menurunkan produksi.
  4. Bukan merupakan daerah sering banjir. Banjir akan merepotkan karena menyulitkan pemeliharaan dan membawa berbagai penyakit.
  5. Memiliki sirkulasi udara yang baik. Puyuh tidak suka angin, namun tetap membutuhkan udara segar. Apalagi bila pemeliharaan telah berjalan, kotoran yang menumpuk menimbulkan gas amonia yang berbahaya baginya. Untuk itu perlu udara segar untuk menendang gas amonia keluar dari ruangan.