Showing posts with label Jenis Burung Puyuh. Show all posts
Showing posts with label Jenis Burung Puyuh. Show all posts

Monday, December 3, 2012

Puyuh Mahkota (Rollulus roulroul)

Puyuh mahkota yang mempunyai nama lain puyuh sengoyan dan siul jambul ini berbadan bulat dengan panjang tubuh mencapai 25 cm. Puyuh ini termasuk dalam famiili Phasianidae dan ordo Galliformes. Dibandingkan puyuh jenis lainnya, puyuh mahkota memiliki warna bulu paling indah ditambah dengan ornamen berbentuk mahkota dikepala puyuh jantan. Oleh sebab keindahannya, puyuh mahkota dipelihara sebgai burung hias. Namun , burung ini jarang ditemukan dan hanya terdapat di hutan-hutan Kalimantan, Sumatera, Malaysia dan Thailand. Namun, saat ini banyak kolektor yang mulai memelihara unggas berbulu biru keunguan metalik tersebut.

Puyuh mahkota hidup berkelompok kecil di hutan-hutan belukar, hutan rimba, serta rumpun bambu. Unggas ini dapat hidup didataran rendah hingga pegunungan berketinggian 1.200 m diatas permukaan laut. Makanan puyuh mahkota berupa buah-buahan, biji-bijian, serangga dan binatang kecil lainnya. Puyuh betina bersarang diatas tanah dan telurnya berwarna putih kekuningan.

Ciri-ciri puyu jantan terlihat dari jambul berbentuk mahkota berwarna merah dan warna putih pada pangkal mahkotanya. Matanya yang merah dilingkari warna merah terang. Pada pangkal paruhnya terdapat kumis hitam yang mencuat ke atas. Paruh puyuh mahkota pendek dan kokoh. Paruhnya berwarna merah dan hitam pada ujungnya. Bulu pada badan puyuh ini berwarna hijau dengan warna kebiru-biruan pada ekor, punggung, dada, dan perutnya. Leher puyuh mahkota berwarna biru tua kehitaman, sedangkan sayapnya cokelat bercampur dengan coklat kehitaman atau semu kebiru-biruan. Kaki puyuh jantan berwarna merah tua.

Puyuh betina tidak mempunyai mahkota, tetapi matanya yang merah juga dilingkari warna merah terang. Bulu badannya hijau merata dari leher hingga ekor dengan sayap berwarna merah kecokelatan. Paruh puyuh betina berwarna hitam. Puyuh jantan maupun betina mempunyai suara siulan melengking.

Monday, October 22, 2012

Turnix (Turnix sylvatica)

Panjang tubuh Turnix sylvatica sekitar 15 cm sehingga terlihat mungil. Puyuh ini masuk ke dalam famili Turnicidae dan ordo Gruiformes. Di alam, turnix ditemukan di tanah lapang terbuka dan semak-semak serta tersebar di beberapa daerah seperrti spanyol bagian selatan, afrika selatan, dan Asia.

Makanan turnix berupa rumput-rumputan dan biji-bijian. Bersarang diatas atanah ditengah-tengah lembah. JUmlah telurnya kira-kira 4 butir. Sibetina aktif bermain-main. Uniknya lagi, telur-telur ini dierami oleh puyuh jantan. Setelah 18-19 hari dierami telur-telur pun menetas.

Ciri-ciri puyuh ini pada bagian atas puyuh jantan berwarna kecoklatan dengan bintik-bintik hitamdan abu-abu. Sedangkan pada bagian yang lebih bawah berwarna putih susu. Pada sisi bagian dada ditandai dengan warna hitam, sedangkan bagian tengah berwarna cokelat kekuningan. Pada puyuh betina ukuran tubuhnya lebih besar dan warnanya lebih menarik. Kaki puyuh ini terdiri dari 3 jari.

Monday, October 15, 2012

Red Breasted Partridge (Arborophila hyperythra)

Red Breasted Partridge juga disebut puyuh gongging kalimantan. Puyuh ini hidup endemik diperbukitan Kalimantan bagian utara, yaitu dari gunung Kinibalu sampai Usun Apau, Nayan Atas, dan Gunung Mulu. Selain itu, putuh kalimantan juga ditemui didataran tinggi Kelabit dan Ulu Barito. Puyuh kalimantan hidup berkelompok disemak belukar dan rumpun bambu. Panjang tubuh puyuh kalimantan mencapai 32 cm.

Puyuh kalimantan dicirikan dengan warna cokelat dan corak hitam putih pada sisi lambung, tengkuk dan mahkota kehitaman bergaris cokelat, dada kuning (jantan) dan cokelat berbintik putih (betina), serta ekor berwarna putih. Sementara iris mata berwarna cokelat dilingkari warna merah tua, paruh abu-abu dan kaki merah jambu.

Friday, October 12, 2012

Red billed partridge (Arborophila rubrirostis)

Di Indonesia, red billed juga dikenal dengan sebutan puyuh sumatera. Puyuh ini bersifat endemik dan menyebar di daerah bukit barisan dengan ketinggian 900-2500 dpl. Puyuh sumatera gemar bersembunyi di semak-semak yang rapat. Siulan puyuh ini cukup keras. Sementara panjang tubuhnya mencapai 30 cm.


Puyuh sumatera dicirikan dengan warna badannya yang didominasi warna cokelat, kepalanya belang cokelat berbintik putih dan mempunyai mahkota berwarna hitam. Tenggorokkan puyuh sumatera berwarna hitam dengan titik-titik hitam, dada cokelat pucat berbintik putih, dan perut abu-abu berbintik hitam

Wednesday, October 10, 2012

Bar Backed Partridge (Arborophila bruneopectus)

Nama lain puyuh ini adalah brown breasted partridge. Panjang tubuhnya sekitar 11 cm. Brown breasted partridge tersebar didaerah CIna Barat Daya, sunda Besar dan Asia tenggara.

Puyuh jenis ini memiliki ciri-ciri, yaitu bagian lehher sampai dada bagian depan bergaris-garis hitam, sedangkan dadanya tidak ada warna  hitam. Pinggul bar nacked berwarna putih, alisnya abu-abu dan kaki kuninhg sampai merah muda.

Tuesday, October 9, 2012

Grey belleid partridge (Arborophila orientalis)

Di Indonesia, puyuh ini disebut puyuh gonggong biasa. Tubuhnya berukuran medium dengan panjang 25 cm. Puyuh gonggong ditemukan hidup berpasangan atau dalam kelompok kecil di hutan dan padang rumput.

Daerah penyebaran puyuh gonggong meliputi daerah Cina Barat Daya, Asia Tenggara, Kalimantan, Sumatera (sepanjang bukit barisan), dan Jawa Timur (dataran tinggi Ijen) pada ketinggian 500-2000 m dpl. Makanan puyuh gonggong berupa biji=bijian, buah-buahan dan serangga. Jumlah telur puyuh gonggong betina sekitar 2-4 butir.

Ciri puyuh gonggong terlihat dari adanya warna cokelat gelap dileher bagian samping dan garis pada mata. Dagu dan kuping puyuh yang letaknya tersembunyi berwarna putih. Punggung puyuh gonggong berwarna cokelat dengan garis-garis hitam, sedangkan sayapnya berwarna cokelat bertotol hitam. Warna dada puyuh gonggong cokelat keabu-abuan, warna perut keputih-putihan, pinggul hitam campur putih, mata serta kaki kuning dan paruh cokelat kemerahan

Monday, October 8, 2012

Chesnut Bellied Partridge (Arborophila javanica)

Di INdonesia, puyuh ini disebut puyuh gonggong jawa. Puyuh ini berukuran sedang dengan panjang badan mencapai 25 cm. Puyuh gonggong hidup di hutan atau padang rumput terbuka dan umumnya ditemukan berpasangan atau dalam rombongan kecil. Ditempat tertentu, seperti jawa barat, puyuh ini dapat hidup di hutan dengan ketinggian 1.000 -3.000 m dari permukaan air laut. Makanan puyuh gonggong, yaitu byah-buahan, jagung, chesnut, serangga dan tempayak.

Musim kawin puyuh gonggong terjadi pada bulan Januari, Maret, April, Agustus dan September. Jumlah telur yang dihasilkan puyuh betina sekitar 2-4 butir dan berwarna putih. Keunikan puyuh gonggong terlihat dari sarangnya yang berbentuk kubah dan dibuat diatas tanah.

Ciri-ciri puyuh gonggong terlihat dari warna bulunya yang kemerah-merahan dan pada kepalanya terdapat tanda berbentuk cincin berwarna hitam. Bulu ekor puyuh gonggong melengkung kebawah dan berwarna keabu-abuan, sedangkan sayapnya berwarna kecokelatan dengan totol-totol hitam dan perut bagian bawah berwarna cokelat kemrah-merahan. Mata puyuh gonggong berwarna merah, begitu juga kakinya. Sementara paruhnya berwarna hitam

Thursday, October 4, 2012

Blue Brested Quail (Couturnix Chinensis)

Di Indonesia, puyuh ini disebut puyuh pepekoh. Burung puyuh ini termasuk dalam suku Phasianidae dan bertubuh sangat mungil, panjangnya hanya 15 cm. Puyuh pepekoh ini biasa dijumpai dalam kelompok-kelompok kecil dipadang rumput terbuka, sawah yang baru dipanen, semak alang-alang, dan tanah pertanian yang belum ditanami.

Daerah penyebaran unggas ini adalah India, China, Asia Tenggara, Filipina, Sulawesi, Jawa, Bali, Papua nugini dan Australia. Di Jawa dan Bali, puyuh ini bisa didapatkan didataran rendah. Makannya berupa biji-bijian kecil dan serangga.

Musim kawin puyuh pepekoh dipulau jawa adalah bulan Februari-September dan puncaknya pada April-Juni. Dalam menyambut kelahiran anak-anaknya, puyuh pepekoh menyiapkan sarang dirumput-rumputan dan sela-sela akar pohon. Telur yang dihasilkan puyuh pepekoh betina 5-6 butir. Telur berwarna kuning tua, mengilap dan bertotol-totol hitam.

Ciri-ciri puyuh jantan terlihat dari adanya warna hitam dengan garis lebar berwarna putih dilehernya. Perut puyuh jantan berwarna cokelat, sedangkan bagian sisi dada kiri dan kanannya menyambung bulu berwarna abu-abu kebiruan. Oleh sebab itu, puyuh ini dinamakan blue brested quail. Pungguh puyuh jantan berwarna cokelatbercampur abu-abu dengan garis putih kehitaman. Selain itu, terdapat warna biru disamping kepala, dada, pinggul dan bagian bawah ekor. Kaki puyuh berwarna kuning dengan mata cokelat dan paruh hitam.

Warna puyuh betina lebih muda, yaitu cokelat muda pada muka, dada dan perut dengan garis kehitaman. Sementara leher bawahnya berwarna keputih-putihan.

Wednesday, July 11, 2012

Puyuh Japonica (coturnix coturnix japonica)

Puyuh ini masuk dalam famili phasianidae dan ordo Galliformes. Dibandingkan dengan jenis puyuh lainnya, coturnix coturnix japonica mampu menghasilkan telur sebanyak 250-300 butir per ekor selama setahun. Puyuh betinanya mulai bertelur pada umur 35 hari. Tak heran bila puyuh ini lebih diprioritaskan untuk diternakkan. Kelebihan lain terletak pada suaranya yang cukup keras dan agak berirama. Oleh sebab itulah puyuh ini banyak dipelihara sebagai song birds (ocehan/klangenan, Jawa)

Coturnix coturnix japonica biasa ditemukan di hutan belantara. Hidupnya sering berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lainnya. Sifat-sifat tertentu dari coturnix seperti kemampuannya menghasilkan 3-4 generasi per tahun menarik perhatian sebagai ternak percobaan dalam penelitian.

Ciri-ciri jantan dewasa terlihat dari bulu bagian leher dan dadanya yang berwarna cinnamon (coklat muda). Puyuh jantan mulai bersuara pada umur 5-6 minggu. Selama puncak musim kawin normal, jantan akan berkicau setiap malam.

Sementara pada puyuh betina, warna tubuhnya mirip puyuh jantan, kecuali bulu pada kerongkongan dan dada bagian atas yang warna cinnamonnya lebih terang serta terdapat totol-totol cokelat tua. Bentuk badannya kebanyakan lebih besar dibandingkan dengan jantan. Telur coturnix berwarna cokelat tua, biru, putih dengan bintik-bintik hitam, cokelat dan biru.