Monday, May 28, 2012

Manfaat lain burung puyuh

Dalam percobaan-percobaan laboratorium, puyuh selalu dipilih sebagai hewan percobaan. Ada beberapa dasar pertimbangan dasar yang dipakai, yaitu siklus hidupnya yang relatif singkat. Seekor puyuh, khususnya Couturnix couturnix japonica, sudah mencapai dewasa kelamin pada umur 41 hari dan menghasilkan telur.

Puyuh mempunyai kemampuan untuk menghasilkan keturunan sebanyak 3-4 generasi per tahun. Sifat ini merupakan keunggulan yang sangat menguntungkan untuk menjadikanpuyuh sebagai hewan laboratorium.

Puyuh juga mempunyai siklus hidup yang relatif pendek dengan laju metabolisme yang tinggi. Selain itu, pertumbuhan dan perkembangannya sangat cepat. Produksi telur puyuh mencapai 130-300 butir per tahun denganberat sekitar 10 gram. alasan lain adalah kebutuhan luas lantai untuk seekor puyuh hanya sekitar 200 cm2 sehingga menghemat ruang percobaan. Sel`in itu, kebutuhan konsumsi per ekor oer harinya oun sangat kecil dibandingkan unggas lainnya. Otomatis penggunaan puyuh dapat menghemat biaya pakan. Hal lain yang membuatnya terpilih sebagai hewan laboratorium karena luka puyuh akibat pembedahan lebih cepat sembuh.

Ternak puyuh juga dapat dijadikan sebagai tabungan. Dari beternak puyuh, peternak dapat memperoleh telur, bibit dan apkiran. Bibit puyuh banyak dicari oleh peternak pemula untuk memulai bisnisnya. Sementara puyuh apkir dapat dijual sebagai ternak poyong bila sudah tidak produktif lagi.

Sunday, May 27, 2012

Manfaat lain kotoran puyuh

Bau kotoran puyuh lebih menyengat dibandingkan dengan kotoran ayam atau unggas lain. Apalgi bila puyuh diberi pakan dengan yang berkadar protein tinggi. Namun, kotoran puyuh masih dapat dimanfaatkan sebagai pupuk yang sangat baik untuk tanaman sayur, tanaman hias, dan campuran bahan pakan (konsentrat) ternak. Kotoran puyuh mengandung zat makanan yang tidak tercerna selama melewati saluran pencernaan dan sejumlah hasil metabolisme yang masih mempunyai nilai gizi bila diberikan kembali sebagai makanan unggas atau mamalia.

Kandungan gizi kotoran puyuh sangat bervariasi, tergantung ransum, temperatur lingkungan, kandungan air dan cara penyimpanan serta pengolahannya. Oleh sebab itu, kotoran-kotoran tersebut harus ditangani secara baik agar tidak menimbulkan masalah bagi kesehatan. Kotoran puyuh juga mengandung zat-zat yang bersifat patogen, kandungan serat kasar dan asam urat tinggi, tetapi energinya rendah. Kandungan zat makanan yang terkandung dalam kotoran puyuh seperti tabel di bawah ini.
 

Zat makanan Prosentase (%)
Air 11,52
Abu 17,40
Protein kasar 32,39
Serat kasar 12,1
Lemak kasar 1,68
BETN 24,91
Kalsium 3,39
Fosfor 2,35
Protein Murni 20,06

 Kotoran puyuh dapat diambil setiap hari karena puyuh banyak mengeluarkan kotoran. Pengelolaan kotoran dilakukan dengan mengumpulkan kotoran puyuh dari papan penampung kotoran disetiap unit kandang. Kotoran ini kemudia dijemur, lalu digiling halus atau ditumbuk sampai halus. Kotoran halus tersebut siap digunakan sebagai campuran pakan ternak.

Pengelolaan lain dilakukan dengan memeram kotoran dalam keadaan anaerob (tertutup rapat tanpa oksigen) sampai keluar belatungnya. Belatung inilah yang dijadikan pakan ternak. Bila hendak dijadikan pupuk, kotoran dicampur tanah dengan perbandingan 1:1 terlebih dahulu dan disimpan selama 1-2 bulan dalam suasana aerob hingga matang. Pada saat penyimpanan, terdpat aktivitas mikroba alamiah seperti cendawan, bakteri, protozoa dan cacing. Hasilnyapengolahan kotoran tersebut digunakan sebagai pupuk organik.


Friday, May 25, 2012

Awal dimulainya ternak burung puyuh

Awalnya puyuh kurang mendapat perhatian dari peternak. Tubuh dan telurnya terlalu kecil, sedangkan cara hidupnya yang liar menimbulkan kesan bahwa puyuh sulit diternakkan. Kalau pun dapat akan merepotkan. Akibatnya banyak kalangan yang berpendapat bahwa beternak puyuh tidak akan pernah membawa keuntungan sama sekali. Namun setelah penelitian tentang puyuh menunjukkan bahwa puyuh sangat mirip dengan ayam dan kalkun, barulah unggas kecil ini dilirik untuk muali diternakkan. 

Puyuh, ayam dan kalkun memiliki kemiripan dari segi genetik, yaitu adanya 38 pasang kromosom tubuh (autosom) dan 2 kromosom seks.Di Jepang, puyuh pertama kali diternakkan sebagai burung ocehan (song bird) atau burung aduan. Domestifikasi Coturnix dilakukan oleh National Institute of Genetic, Mishima, Jepang. Begitu pula di INdonesia, puyuh bukanlah unggas yang dilirik untuk diternakkan. Namun setelah masyarakat mencanangkan puyuh sebagai salah satu ternak alternatif penunjang peningkatan penyediaan protein hewani masyarakat, barulah puyuh terangkat namanya. Peternak pun mulai bergairah untuk mengusahakan ternak ini. 

Namun banyak peternak yang mengalami hambatan bahkan sampai gulung tikar. Kendala yang menjadi penyebab bermacam-macam, tetapi rata-rata penyebab utamannya adalah kurangnya pengetahuan peternak tentang tata cara pemeliharaan. Akibatnya, banyak peternak hanya meraba-raba dan mencoba-coba dalam pemeliharaan puyuh. Tidak sedikit pula yang mempraktikkan cara pemeliharaan ternak ayam untuk diterapkan pada ternak puyuh. Tentu saja hal ini bisa berakibat fatal karena puyuh sedikit banyak meawrisi sifat-sifat burung liar sehingga cara pemeliharaanya pun berbeda.

Kemampuan tumbuh dan berkembang biak puyuh sangat cepat. Dalam waktu 41 hari, puyuh mampu berproduksi dan dalam satu tahun dapat dihasilkan tiga sampai empat keturunan. Dibandingkan burung sebangsanya, produksi burung puyuh menempati ranking pertama. Dalam setahun, puyuh mampu menghasilkan 250-300 butir telur. Ukuran tubuhnya yang kecil pun menguntungkan peternak karena dapat memlihara puyuh dalam jumlah besar di lahan yang tidak terlaluluas. 

Nilai gizi telur dan daging puyuh tidak kalah dengan telur dan dan daging unggas lain sehingga menambah variasi dalam penyediaan sumber protein hewani dan memberikan konsumen banyak pilihan. Banyaknya keuntungan yang dapat diambil dari beternak puyuh belum mampu menghilangkan ketakutan peternak untuk memulai usahanya. Sebenarnya, kegagalan tidak akan terjadi bila para peternak mengetahui cara beternak dan merawat puyuh secara baik dan benar. Kemajuan usaha ini perlu ditunjang pengetahuan-pengetahuan yang diperoleh dari luar, misalnya pengalaman dari para peternak yang sudah cukup sukses di Blitar

Monday, May 7, 2012

Puyuh petelur yang berkualitas

Kualitas puyuh petelur itu bisa di lihat dari prosentase puncak produksi, lama masa produksi, dan daya tahan terhadap penyakit dan kondisi lingkungan. Sebagaimana kita ketahui, saat ini belum ada breeder resmi atau perusahaan pembibitan resmi puyuh petelur di Indonesia seperti perusahaan pembibitan ayam petelur. Jadi breeder puyuh ini kebanyakan masih breeder lokal yang berkembang hanya berdasarkan pengalaman saja. Rata-rata breeder puyuh petelur di blitar ini sudah berpengalaman bertahun tahun dalam menekuni dalam menghasilkan bibit puyuh petelur unggul.

Berbeda dengan breeder-breeder lokal dari daerah lain, breeder puyuh petelur di blitar ini sudah menghasilkan bibit puyuh petelur auto sexing. Sehingga pada saat telur menetas, dari warna bulunya sudah bisa di ketahui jenis kelamin dari puyuh tersebut. Sehingga dengan di ketahuinya jenis kelamin puyuh tersebut sejak menetas bisa banyak menghemat pakan, karena yang betina langsung diberikan pakan yang bagus sedangkan yang jantan bisa langsung di pisahkan untuk puyuh pedaging atau yang lainnya.

Untuk mendapatkan indukan puyuh petelur auto sexing ini, diperlukan beberapa kali penyilangan. Selain untuk mendapatkan indukan auto sexing, penyilangan ini juga untuk mendapatkan indukan yang berkualitas atau istilah yang di pakai oleh para breeder lokal ini dengan nama indukan galur murni atau F1 nya. Jadi untuk mendapatkan bibit petelur yang sudah teruji kualitasnya selama bertahun-tahun, tidak ada salahnya jika anda mencari bibit puyuh petelur ini langsung dari blitar. Karena dengan semakin mudahnya sarana transportasi untuk saat ini, sepertinya tidak ada kesulitan untuk melakukan pengiriman bibit puyuh petelur ini.


Heri Purwanto
Melayani Pesanan:
DOQ puyuh
DOC Ayam Kampung
DOC Ayam Arab
Pullet Ayam Arab Siap Telur

Hubungi:
085 646 373 973