Monday, October 8, 2012

Chesnut Bellied Partridge (Arborophila javanica)

Di INdonesia, puyuh ini disebut puyuh gonggong jawa. Puyuh ini berukuran sedang dengan panjang badan mencapai 25 cm. Puyuh gonggong hidup di hutan atau padang rumput terbuka dan umumnya ditemukan berpasangan atau dalam rombongan kecil. Ditempat tertentu, seperti jawa barat, puyuh ini dapat hidup di hutan dengan ketinggian 1.000 -3.000 m dari permukaan air laut. Makanan puyuh gonggong, yaitu byah-buahan, jagung, chesnut, serangga dan tempayak.

Musim kawin puyuh gonggong terjadi pada bulan Januari, Maret, April, Agustus dan September. Jumlah telur yang dihasilkan puyuh betina sekitar 2-4 butir dan berwarna putih. Keunikan puyuh gonggong terlihat dari sarangnya yang berbentuk kubah dan dibuat diatas tanah.

Ciri-ciri puyuh gonggong terlihat dari warna bulunya yang kemerah-merahan dan pada kepalanya terdapat tanda berbentuk cincin berwarna hitam. Bulu ekor puyuh gonggong melengkung kebawah dan berwarna keabu-abuan, sedangkan sayapnya berwarna kecokelatan dengan totol-totol hitam dan perut bagian bawah berwarna cokelat kemrah-merahan. Mata puyuh gonggong berwarna merah, begitu juga kakinya. Sementara paruhnya berwarna hitam

Thursday, October 4, 2012

Blue Brested Quail (Couturnix Chinensis)

Di Indonesia, puyuh ini disebut puyuh pepekoh. Burung puyuh ini termasuk dalam suku Phasianidae dan bertubuh sangat mungil, panjangnya hanya 15 cm. Puyuh pepekoh ini biasa dijumpai dalam kelompok-kelompok kecil dipadang rumput terbuka, sawah yang baru dipanen, semak alang-alang, dan tanah pertanian yang belum ditanami.

Daerah penyebaran unggas ini adalah India, China, Asia Tenggara, Filipina, Sulawesi, Jawa, Bali, Papua nugini dan Australia. Di Jawa dan Bali, puyuh ini bisa didapatkan didataran rendah. Makannya berupa biji-bijian kecil dan serangga.

Musim kawin puyuh pepekoh dipulau jawa adalah bulan Februari-September dan puncaknya pada April-Juni. Dalam menyambut kelahiran anak-anaknya, puyuh pepekoh menyiapkan sarang dirumput-rumputan dan sela-sela akar pohon. Telur yang dihasilkan puyuh pepekoh betina 5-6 butir. Telur berwarna kuning tua, mengilap dan bertotol-totol hitam.

Ciri-ciri puyuh jantan terlihat dari adanya warna hitam dengan garis lebar berwarna putih dilehernya. Perut puyuh jantan berwarna cokelat, sedangkan bagian sisi dada kiri dan kanannya menyambung bulu berwarna abu-abu kebiruan. Oleh sebab itu, puyuh ini dinamakan blue brested quail. Pungguh puyuh jantan berwarna cokelatbercampur abu-abu dengan garis putih kehitaman. Selain itu, terdapat warna biru disamping kepala, dada, pinggul dan bagian bawah ekor. Kaki puyuh berwarna kuning dengan mata cokelat dan paruh hitam.

Warna puyuh betina lebih muda, yaitu cokelat muda pada muka, dada dan perut dengan garis kehitaman. Sementara leher bawahnya berwarna keputih-putihan.

Wednesday, July 11, 2012

Puyuh Japonica (coturnix coturnix japonica)

Puyuh ini masuk dalam famili phasianidae dan ordo Galliformes. Dibandingkan dengan jenis puyuh lainnya, coturnix coturnix japonica mampu menghasilkan telur sebanyak 250-300 butir per ekor selama setahun. Puyuh betinanya mulai bertelur pada umur 35 hari. Tak heran bila puyuh ini lebih diprioritaskan untuk diternakkan. Kelebihan lain terletak pada suaranya yang cukup keras dan agak berirama. Oleh sebab itulah puyuh ini banyak dipelihara sebagai song birds (ocehan/klangenan, Jawa)

Coturnix coturnix japonica biasa ditemukan di hutan belantara. Hidupnya sering berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lainnya. Sifat-sifat tertentu dari coturnix seperti kemampuannya menghasilkan 3-4 generasi per tahun menarik perhatian sebagai ternak percobaan dalam penelitian.

Ciri-ciri jantan dewasa terlihat dari bulu bagian leher dan dadanya yang berwarna cinnamon (coklat muda). Puyuh jantan mulai bersuara pada umur 5-6 minggu. Selama puncak musim kawin normal, jantan akan berkicau setiap malam.

Sementara pada puyuh betina, warna tubuhnya mirip puyuh jantan, kecuali bulu pada kerongkongan dan dada bagian atas yang warna cinnamonnya lebih terang serta terdapat totol-totol cokelat tua. Bentuk badannya kebanyakan lebih besar dibandingkan dengan jantan. Telur coturnix berwarna cokelat tua, biru, putih dengan bintik-bintik hitam, cokelat dan biru.

Tuesday, June 12, 2012

Manfaat beternak puyuh

Walaupun usaha peternakan puyuh sering dilanda kelesuan dan bahkan banyak juga yang gulung tikar, tetapi tetap masih menarik minat masyarakat secara luas. Alasannya tak lain karena produk puyuh, terutama telurnya, masih selalu dicari orang.

Selain sebagai penyaluran hobi, beternak puyuh dapat dilakukan sebagai usaha baik kecil-kecilan (skala rumah tangga), besar-besaran (komersial), maupun usaha sampingan. Nilai jual puyuh di setiap umur cukup tinggi, baik telur konsumsi, telur tetas, bibit, hingga apkirannya.

Saat ini telur puyuh sudah memasyarakat. Parameter tersebut dilihat dari mudahnya ditemukan penjual telur puyuh, baik pedagang sayur keliling, warung, toko, supermarket, bahkan pedagang asongan dijalan maupun kendaraan umum. Dalam pesta pun hidangan berbahan telur puyuh dapat ditemui dengaan mudah.

Secara umum, komposisi kandungan telur puyuh adalah 47,4% albumin (putih telur): 31,9% yolk (kuning telur), serta 20,7% cangkang dan selaput tipis. Dari hasil penelitian, ketebalan cangkang telur puyuh sekitar 0,197 mm dan ketebalan membran/selaput tipis 0,063 mm. Bobot telur puyuh rata-rata 10 gram atau sekitar 8% dari bobot tubuh puyuh betina.

Kandangan protein dan lemak telur puyuh lebih baik dibandingkan dengan telur unggas lainnya. Kandungan proteinnya tinggi, tetapi kadar lemaknya rendah. Bahkan, telur dipercaya dapat memberi kekuatan sehingga sering digunakan obat kuat dan campuran anggur.

Saat ini, pamor daging puyuh sudah tidak kalah dibandingkan dengan daging ternak lainnya. Walaupun masih belum terlalu biasa bila menu daging puyuh terhidang di meja makan restoran maupun di rumah. Padahal, daging puyuh enak, gurih dan nilai gizi nya tinggi. Daging puyuh mengandung 21,10 % protein, sedangkan lemaknya hanya 0,7%. Oleh sebab itu, daging puyuh baik untuk mengurangi makanan yang berlemak. Cara memasak daging puyuhpun juga tidak sulit. Cukup dikelupas kulitnya maka semua bulu terlepas, diberi bumbu serta dimasak sesuai selera.

Umumnya, daging puyuh berasal dari puyuh apkir, yaitu puyuh betina yang kemampuan bertelurnya sudah menurun atau puyuh jantang yang tidak terpilih sebagai pejantan. Sebagian besar puyuh jantan sengaja diapkir karena bila diternakkan hanya menghabiskan pakan sehingga memperbesar  biaya pemeliharaan.

Daging puyuh biasanya dijual di supermarket dalam bentuk karkas (utuh) dan dimasukkan ke dalam kemasan plastik tertutup. Ada dua macam bentuk karkas yang dijual, yaitu new york dress dan ready to cook. Pada karkas new york dress, tubuh puyuh sudah dibersihkan dari darah dan bulu dan utuh. Sementara pada karkas ready to cook, tubuh puyuh bersih dari darah, bulu, kepala, kaki dan seluruh isi rongga perut,kecuali hati, ampela dan jantung. Di indonesia, penjualan daging puyuh secara komersial belum begitu lazim, kecuali jawa tengah.